Postingan

pesan imam syafii

Imam As-Syafi'i rahimahullah merupakan salah seorang ulama salaf pendiri madzhab Syafi'iyyah yang menjadi panutan dalam segala hal. Dalam salah satu kitabnya, Diwan al-Syafi'i, terdapat berbagai nasehat-nasehat berharga dalam bentuk sya'ir, diantaranya adalah bagaimana menyikapi hidup agar selalu berjalan dan khusnudzon kepada Allah SWT sehingga mendapat keberkahan hidup di dunia maupun akhirat nanti. Berikut diantara Sya'ir Imam al-Syafi'i tersebut : دع الأيام تفعل ماتشاء ** وطب نفسا إذا حكم القضاء Biarkan saja hari-hari berbuat sesukanya, dan lapangkanlah jiwamu jika qodlo’ telah ditetapkan. ولا تجزع لحادثة الليالي **  فمالحوادث الدنيا بقاء Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi, tidak ada apa pun di dunia ini yang abadi وكن رجلا على الأهوال جلدا **  وشيمتك السماحة والوفاء Jadilah engkau laki-laki yang tangguh, perangaimu penuh toleransi juga menepati janji وإن كثرت عيوبك في البرايا ** وسرك أن يكون لها غطاء Jika engkau tau bahwa engkau banyak me...

ENAM PERTANYAAN IMAM AL-GAZALI

ENAM PERTANYAAN IMAM AL-GAZALI Suatu ketika Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya. 1.Wahai murid-muridku sekalian, coba kalian jawab "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"  -- (jwb : Mati) Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayaka (Ali Imran 185) Kematian adalah sesuatu yang tiad...

Tingkatan Wali

85 Tingkatan Wali menurut Kitab Salaf فَائِدَةٌ فِى تَعْرِيْفِ اْلقُطْبِ أَخْبَرَ الشَّيْخُ الصَّالِحُ اْلوَرَعُ الزَّاهِدُ الْمُحَقِّقُ الْمُدَقِّقُ شَمْسُ الدِّيْنِ بْنُ كَتِيْلَةُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى وَنَفَعَ بِهِ آمِيْنَ قَالَ : كُنْتُ يَوْمًا جَالِسًا بَيْنَ يَدِي سَيِّدِي فَخَطَرَ بَبًّالِيْ أَنْ أَسْأَلَهُ عَنِ اْلقُطْبِ فَقُلْتُ لَهُ : يَاسَيِّدِي مَا مَعْنَى اْلقُطْبُ ؟ ( Faedah ) mengenai definisi Wali Qutub telah memberitahukan seorang guru yang sholih, wara` , Zuhud, seorang penyelidik, seorang yang teliti yakni Syekh Syamsuddin bin Katilah Rahimahullaahu Ta’ala menceritakan: “ suatu hari Saya sedang duduk di hadapan guruku, lalu terlintas untuk menanyakan tentang Wali Quthub. “Apa makna Quthub itu wahai tuanku?” فَقَالَ لِيْ : اْلأَقْطَابُ كَثِيْرَةٌ ، فَإِنَّ كُلَّ مُقَدَّمِ قَوْمٍ هُوَ قُطْبُهُمْ وَأَمَّا قُطْبُ اْلغَوْثِ اْلفَرْدِ الْجَامِعِ فَهُوَ وَاحِدٌ Lalu beliau menjawab kepadaku, “Quthub itu banyak. Setiap muqaddam atau pemuka sufi bisa di...